Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Akar Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forssk.) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- No. panggil
- KTI FARMASI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 57 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Berkas dibaca
- 21 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Magdalena Brigita Wantania; Juliet Tangka; Yos Banne
Abstrak
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan di berbagai negara. Penggunaan obat antidiabetes sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif terapi terus dikembangkan. Akar Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forssk.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol akar Kangkung Air pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Akar Kangkung Air yang diperoleh dari Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Uji antidiabetes dilakukan pada 15 ekor tikus putih yang diinduksi diet tinggi lemak dan fruktosa serta streptozotocin (STZ). Tikus putih dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kontrol negatif Na CMC 0,5%, kontrol positif metformin, dan kelompok ekstrak dosis 200 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 7 hari dan kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer. Data dianalisis menggunakan Welch ANOVA dan Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi akar Kangkung Air menghasilkan ekstrak dengan rendemen sebesar 16,2%. Ekstrak dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah dari rata-rata 181,2 mg/dL menjadi 81,4 mg/dL. Welch ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p < 0,001), sedangkan Games-Howell menunjukkan efektivitas ekstrak tidak berbeda bermakna dengan metformin (p = 0,819). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar Kangkung Air dosis 200 mg/kgBB memiliki aktivitas antidiabetes pada tikus putih yang diinduksi STZ.