Hipertensi merupakan kondisi medis serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung, ginjal, otak, dan komplikasi lainnya. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, termasuk di Kabupaten Minahasa Utara yang mencatat 4.291 kasus pada tahun 2022. Data Puskesmas Tatelu menunjukkan tren peningkatan kasus hipertensi selama tiga tahun terakhir. Salah satu upaya non-farmakologis yang terbukti efektif adalah terapi rendam kaki dengan air hangat jahe. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektivitas p...
Hipertensi merupakan kondisi medis serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung, ginjal, otak, dan komplikasi lainnya. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, termasuk di Kabupaten Minahasa Utara yang mencatat 4.291 kasus pada tahun 2022. Data Puskesmas Tatelu menunjukkan tren peningkatan kasus hipertensi selama tiga tahun terakhir. Salah satu upaya non-farmakologis yang terbukti efektif adalah terapi rendam kaki dengan air hangat jahe. Tujuan Penelitian: Mengetahui efektivitas penerapan terapi rendam kaki menggunakan air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah pada anggota keluarga dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tatelu.
Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus yang dilaksanakan pada dua keluarga pada tanggal 16,17,20,24 Mei 2025 pada anggota keluarga dengan hipertensi.
Hasil Penelitian membuktikan ada terjadi penurunan tekanan darah signifikan dari ≥150/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulan: Terapi rendam kaki dengan air hangat jahe merah terbukti efektif menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologi yang aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat bagi pasien hipertensi di lingkungan keluarga