Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penderita Diabetes Melitus (DM) dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon. Pemeriksaan kadar IL-6 dilakukan untuk mengetahui gambaran status inflamasi pada penderita DM serta membandingkan distribusi kadar IL-6 pada kelompok dengan hipertensi dan tanpa hipertensi. \r\n Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Melitus yang terdaftar...
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penderita Diabetes Melitus (DM) dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon. Pemeriksaan kadar IL-6 dilakukan untuk mengetahui gambaran status inflamasi pada penderita DM serta membandingkan distribusi kadar IL-6 pada kelompok dengan hipertensi dan tanpa hipertensi. \r\n Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Melitus yang terdaftar di Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon. Sampel penelitian berjumlah 25 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling, terdiri atas 14 penderita DM dengan hipertensi dan 11 penderita DM tanpa hipertensi. Data karakteristik responden diperoleh melalui rekam medis dan wawancara, sedangkan kadar IL-6 diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dari sampel darah vena yang diperiksa di Laboratorium Imunoserologi Poltekkes Kemenkes Manado. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase.\r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki kadar IL-6 yang meningkat (>7 pg/ml), baik pada kelompok DM dengan hipertensi maupun kelompok DM tanpa hipertensi. Tidak ditemukan responden dengan kadar IL-6 dalam rentang normal (5–7 pg/ml). Dari total 25 responden, sebanyak 14 orang (56%) merupakan penderita DM dengan hipertensi dan 11 orang (44%) merupakan penderita DM tanpa hipertensi, yang seluruhnya menunjukkan peningkatan kadar IL-6.\r\nKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh penderita Diabetes Melitus, baik dengan hipertensi maupun tanpa hipertensi, mengalami peningkatan kadar Interleukin-6 yang mengindikasikan adanya proses inflamasi. Temuan ini menunjukkan bahwa IL-6 berpotensi digunakan sebagai biomarker inflamasi pada penderita Diabetes Melitus, meskipun penelitian deskriptif ini belum dapat menyimpulkan adanya perbedaan kadar IL-6 antara kelompok dengan hipertensi dan tanpa hipertensi.