Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Pola makan yang tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang dapat memengaruhi pengendalian hipertensi. Penerapan aktivitas fisik yang teratur dan pola makan yang sesuai dengan anjuran diet hipertensi merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan hipertensi secara nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan un...
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Pola makan yang tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang dapat memengaruhi pengendalian hipertensi. Penerapan aktivitas fisik yang teratur dan pola makan yang sesuai dengan anjuran diet hipertensi merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan hipertensi secara nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan pola makan pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah. \r\nSampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Data aktivitas fisik diperoleh menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan data pola makan diperoleh melalui kuesioner pola makan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 menggunakan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik ringan, yaitu sebanyak 27 responden (77,1%), dan pola makan tidak baik, yaitu sebanyak 25 responden (71,4%). \r\nHasil tabulasi silang menunjukkan bahwa responden dengan aktivitas fisik ringan sebagian besar memiliki pola makan tidak baik, yaitu sebanyak 24 responden (88,9%), sedangkan responden dengan aktivitas fisik sedang sebagian besar memiliki pola makan baik, yaitu sebanyak 7 responden (87,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p