Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan kerja insulin. Salah satu metode non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan kadar gula darah adalah terapi relaksasi otot progresif (ROP), yang bekerja dengan menurunkan stres dan meningkatkan efisiensi penggunaan glukosa oleh sel. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan relaksasi otot progresif dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian ini men...
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan kerja insulin. Salah satu metode non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan kadar gula darah adalah terapi relaksasi otot progresif (ROP), yang bekerja dengan menurunkan stres dan meningkatkan efisiensi penggunaan glukosa oleh sel. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan relaksasi otot progresif dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien DM tipe 2 yang dirawat di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Intervensi yang diberikan adalah latihan relaksasi otot progresif selama 15–20 menit, dua kali sehari selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Setelah intervensi, kedua pasien menunjukkan penurunan kadar gula darah sewaktu. Pasien pertama mengalami penurunan dari 220 mg/dL menjadi 195 mg/dL, sedangkan pasien kedua mengalami penurunan dari 246 mg/dL menjadi 218 mg/dL. Selain itu, pasien juga melaporkan peningkatan rasa rileks, penurunan keluhan lemas, dan perbaikan pola tidur. Kesimpulan: Relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam membantu menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.