Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Berdasarkan Teori Dorothea Orem Di Instalasi Gawat Darurat Bedah (Trauma) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Latar belakang: Cedera kepala merupakan salah satu masalah yang sering ditemukan di instalasi gawat darurat dan dapat menimbulkan nyeri pada pasien, termasuk cedera kepala ringan. Nyeri yang tidak tertangani dapat memengaruhi kenyamanan dan kemampuan pasien dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah slow deep breathing (SDB) dengan memberikan efek relaksasi. Penerapan SDB dapat dikaitkan dengan Teori Self-Care Deficit Nursing Teori ...
Latar belakang: Cedera kepala merupakan salah satu masalah yang sering ditemukan di instalasi gawat darurat dan dapat menimbulkan nyeri pada pasien, termasuk cedera kepala ringan. Nyeri yang tidak tertangani dapat memengaruhi kenyamanan dan kemampuan pasien dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah slow deep breathing (SDB) dengan memberikan efek relaksasi. Penerapan SDB dapat dikaitkan dengan Teori Self-Care Deficit Nursing Teori Dorothea Orem untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan perawatan dirinya. Tujuan: Karya ilmiah ini bertujuan mengidentifikasi penerapan slow deep breathing terhadap nyeri pada pasien cedera kepala berdasarkan Teori Dorothea Orem di Instalasi Gawat Darurat Bedah (Trauma) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain: Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam bentuk asuhan keperawatan berdasarkan Teori Dorothea Orem. Sampel terdiri dari empat pasien cedera kepala ringan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penerapan slow deep brathing dilakukan sebanyak tiga kali sebelum pemberian terapi farmakologis analgetik. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis, sedangkan intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Hasil evaluasi khusus slow deep brathing menunjukkan penurunan skor nyeri pada Tn. T.K dari 5 menjadi 3, Tn. S.D dari 5 menjadi 3, Tn. A.A dari 4 menjadi 3, dan Ny. Y.N dari 5 menjadi 3. Secara keseluruhan, skor nyeri keempat pasien menurun dari 3,91 menjadi 3,33 dengan selisih 0,58. Kesimpulan: Penerapan slow deep breathing berdasarkan Teori Dorothea Orem dapat membantu menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pada pasien cedera kepala ringan.