Latar Belakang: Gout arthritis merupakan penyakit akibat penumpukan kristal asam urat pada persendian yang menimbulkan inflamasi dan nyeri sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain terapi farmakologis, kompres hangat jahe merah merupakan terapi nonfarmakologis yang mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik sehingga dapat membantu menurunkan nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran implementasi kompres hangat jahe merah terhadap penurunan nyeri...
Latar Belakang: Gout arthritis merupakan penyakit akibat penumpukan kristal asam urat pada persendian yang menimbulkan inflamasi dan nyeri sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain terapi farmakologis, kompres hangat jahe merah merupakan terapi nonfarmakologis yang mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik sehingga dapat membantu menurunkan nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran implementasi kompres hangat jahe merah terhadap penurunan nyeri pada pasien goutarthritis melalui pendekatan proses asuhan keperawatan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode: Penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien gout arthritis di Ruangan Efesus RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Implementasi kompres hangat jahe merah dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari selama 15–20 menit. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri akut pada kedua telapak kaki dengan skala nyeri awal 7(10). Setelah dilakukan implementasi kompres hangat jahe merah selama tiga hari disertai terapi medis, terjadi penurunan intensitas nyeri secara bertahap menjadi 5(10) pada hari kedua dan 3(10) pada hari ketiga. Selain itu, pasien tampak lebih rileks, meringis berkurang, ketegangan otot menurun, kualitas tidur membaik, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari meningkat. Kesimpulan: Implementasi kompres hangat jahe merah sebagai terapi komplementer dalam asuhan keperawatan membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien gout arthritis. Intervensi ini dapat digunakan sebagai tindakan nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan mendukung manajemen nyeri.