Laboti Pernando Palen. 2026. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Gamal (Gliricidia sepium) Terhadap Jamur Malassezia furfur (Elvie R. Rindengan, S.Si., M.Farm., Apt selaku Pembimbing I dan Rilyn Novita Maramis, S.Pd., S.Si., M.Si., Apt selaku Pembimbing II). \r\nABSTRAK\r\n Pitiriasis versicolor atau panu adalah penyakit infeksi jamur pada lapisan kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur, dengan gejala berupa bercak berwarna dan sisik halus yang sering ditemukan pada kulit. Da...
Laboti Pernando Palen. 2026. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Gamal (Gliricidia sepium) Terhadap Jamur Malassezia furfur (Elvie R. Rindengan, S.Si., M.Farm., Apt selaku Pembimbing I dan Rilyn Novita Maramis, S.Pd., S.Si., M.Si., Apt selaku Pembimbing II). \r\nABSTRAK\r\n Pitiriasis versicolor atau panu adalah penyakit infeksi jamur pada lapisan kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur, dengan gejala berupa bercak berwarna dan sisik halus yang sering ditemukan pada kulit. Daun Gamal (Gliricidia sepium) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, terpenoid, fenolik, dan steroid yang berpotensi memiliki aktivitas antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol daun Gamal terhadap pertumbuhan jamur Malassezia furfur berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk. \r\n Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium yang bersifat eksperimental. Ekstrak daun Gamal diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 2,5%, 5%, dan 10%. Ketokonazol 15 µg/disc digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan Tween 80 konsentrasi 0,5% kontrol negatif. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat di sekitar cakram setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney. \r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Gamal (Gliricidia sepium) memiliki aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur pada seluruh konsentrasi yang diujikan, dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,27 mm (2,5%), 10,74 mm (5%), dan 13,84 mm (10%). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan, dan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa konsentrasi 10% tidak berbeda signifikan dibandingkan ketokonazol. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Gamal (Gliricidia sepium) memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur Malassezia furfur.\r\n\r\nKata kunci: Antijamur, Gliricidia sepium, Malassezia furfur, zona hambat