Latar belakang: Bronkopneumonia menjadi salah satu penyebab gangguan pernapasan yang sering terjadi pada anak akibat infeksi pada bronkus dan jaringan paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan frekuensi napas, penurunan saturasi oksigen, gangguan pertukaran gas, hingga risiko hipoksemia apabila tidak ditangani secara optimal. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah Airwave Tube, yaitu media latihan pernapasan berbasis aktivitas meniup yang dimodifikasi dari Teknik Pursed Li...
Latar belakang: Bronkopneumonia menjadi salah satu penyebab gangguan pernapasan yang sering terjadi pada anak akibat infeksi pada bronkus dan jaringan paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan frekuensi napas, penurunan saturasi oksigen, gangguan pertukaran gas, hingga risiko hipoksemia apabila tidak ditangani secara optimal. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah Airwave Tube, yaitu media latihan pernapasan berbasis aktivitas meniup yang dimodifikasi dari Teknik Pursed Lips Breathing untuk membantu menurunkan frekuensi napas dan meningkatkan saturasi oksigen. Tujuan: untuk mengetahui Pengaruh Airwave Tube terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design yang dilakukan pada 20 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling serta menggunakan uji Paired T-Test untuk frekuensi napas dan uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk saturasi oksigen. Pengambilan data frekuensi napas dihitung manual menggunakan stopwatch dan data saturasi oksigen diukur menggunakan oximeter. Hasil: Nilai rata-rata frekuensi napas sebelum intervensi 28,75 dan setelah intervensi 22,90 sedangkan nilai rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi 95,00 dan setelah intervensi 97,95. Hasil uji statistic frekuensi napas menggunakan uji Paired T-Test menunjukkan nilai P-value=0,001 (ɑ