Hubungan Perilaku Menjaga Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan OHI-S Pada Anak Keturunan Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan mulut. Data SKI 2023, menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk semua umur di Sulawesi Utara yaitu 2,1%. Anak yang memiliki riwayat keturunan diabetes melitus berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut karena faktor kerentanan sistemik. Perilaku tersebut meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam memelihara kebersihan g...
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan mulut. Data SKI 2023, menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk semua umur di Sulawesi Utara yaitu 2,1%. Anak yang memiliki riwayat keturunan diabetes melitus berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut karena faktor kerentanan sistemik. Perilaku tersebut meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam memelihara kebersihan gigi dan mulut yang berperan terhadap status kebersihan gigi dan mulut yang diukur menggunakan OHI-S. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan OHI-S pada anak keturunan diabetes melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur.\\\\r\\\\n Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu 96 responden dengan sampel yang diambil menggunakan teknik accidental sampling dan sesuai kriteria inklusi berjumlah 67 responden. Instrument penelitian yaitu kuesioner terstruktur dan format pencatatan OHI-S. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Untuk mengetahui hubungan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan OHI-S menggunakan uji korelasi Spearman Rank.\\\\r\\\\n Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku paling tinggi dengan kategori cukup 32 responden (47,8%), sedangkan status OHI-S paling tinggi kriteria buruk 32 responden (47,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan (rs=0,857; p=0,000). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan OHI-S pada anak keturunan diabetes melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur. Peningkatan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut diharapkan mendukung kebersihan gigi dan mulut yang lebih baik.