Obat tradisional berbahan alam masih banyak digunakan masyarakat Indonesia. Tanaman Andong Merah (Cordyline fruticosa (L.) A.Chev) diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan, namun penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada bagian daun, sedangkan potensi antioksidan pada bagian batang belum banyak diketahui meski batang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin jenuh, dan steroid tak jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol batang Ando...
Obat tradisional berbahan alam masih banyak digunakan masyarakat Indonesia. Tanaman Andong Merah (Cordyline fruticosa (L.) A.Chev) diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan, namun penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada bagian daun, sedangkan potensi antioksidan pada bagian batang belum banyak diketahui meski batang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin jenuh, dan steroid tak jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol batang Andong Merah (Cordyline fruticosa (L). A.Chev) dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil).\\r\\nJenis penelitian ini deskriptif, dilaksanakan di Laboratorium Farmakognosi Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado pada Januari–Juni 2026. Simplisia batang Andong diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dibuat dalam lima seri konsentrasi (10, 20, 40, 80, dan 100 mg/L) dengan vitamin C sebagai pembanding. Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm, kemudian dihitung persentase inhibisi dan nilai IC₅₀ melalui persamaan regresi linear.\\r\\nHasil pengujian menunjukkan ekstrak batang Andong Merah memiliki nilai IC₅₀ sebesar 2294,56 mg/L, tergolong tidak aktif, dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif dengan IC₅₀ 46,6541 mg/L (sangat kuat). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak batang Andong Merah tergolong tidak aktif.