Soil Transmitted Helminths (STHs) merupakan kelompok cacing usus yang penularanya terjadi melalui tanah yang terkomintasi telur atau larva cacing. Infeksi STHs masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia sekolah dasar karenqa dapat memengaruhi status gizi, pertumbuhan, dan kemampuan belajar. Penilitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi infeksi Soil Transmitted Helminths (STHs) pada anak sekolah dasar di kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.\r\n Peneliti...
Soil Transmitted Helminths (STHs) merupakan kelompok cacing usus yang penularanya terjadi melalui tanah yang terkomintasi telur atau larva cacing. Infeksi STHs masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia sekolah dasar karenqa dapat memengaruhi status gizi, pertumbuhan, dan kemampuan belajar. Penilitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi infeksi Soil Transmitted Helminths (STHs) pada anak sekolah dasar di kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.\r\n Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan laboratorium. Sampel penelitian berupa fases yang diperoleh dari 37 siswa sekolah dasar. Pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium untuk mengidentifikasi keberadaan telur cacing STHs. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.\r\n Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 37 sampel yang diperiksa, terdapat 1 sampel (2,7%) yang positif terinfeksi STHs dan 36 sampel (97,3%) negatif. Jenis cacing yang ditemukan adalah Ascaris Lumbricoides. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi infeksi Soil Transmitted Helminths (STHs) pada anak sekolah dasar di kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat tergolong rendah, dengan ditemukannya 1 kasus infeksi Ascaris Lumbricoides dari 37 sampel yang diperiksa.