Implemetasi Diet Rendah Purin Untuk Mengontrol Kadar Asam Urat Pada Anggota Keluarga Dengan Diagnosa Gout Arthritis Di Desa Pakuure Wilayah Kerja Puskesmas Tenga Kecamatan Tenga
Gout arthritis menjelaskan penyakit radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat (monosodium urat) pada sendi akibat gangguan metabolisme purin, yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Kondisi ini memicu peradangan, nyeri hebat, dan bisa berlanjut pada kerusakan sendi, yang sering dipengaruhi oleh faktor diet tinggi purin, alkohol, serta faktor genetik.
Penelitian ini menggunalkan desain deskripsif dengan pendekatan studi kasus pada tiga kel...
Gout arthritis menjelaskan penyakit radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat (monosodium urat) pada sendi akibat gangguan metabolisme purin, yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Kondisi ini memicu peradangan, nyeri hebat, dan bisa berlanjut pada kerusakan sendi, yang sering dipengaruhi oleh faktor diet tinggi purin, alkohol, serta faktor genetik.
Penelitian ini menggunalkan desain deskripsif dengan pendekatan studi kasus pada tiga keluarga dengan anggota keluarga penderita gout arthritis di Desa Pakuure wilayah kerja puskemas Tenga Kecamatan Tenga . Instrumen yang digunakan format pengkajian keperawatan keluargak, SOP Pengukuran kadar asam urat, auto check. Intervensi dilakukan selama 7 hari pada tanggal 30 Juli 2025 sampai 5 Agustus 2025 dengan penerapan diet selama 7 hari dan penilaian dilakukan 2 hari di awal penelitian dan akhir penelitian untuk pengecekan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivitas penerapan terapi diet rendah purin untuk menurunkan kadar asam urat pada anggota keluarga dengan diagnosa gout arthritis di wilayah kerja puskemas Tenga.
Hasil setelah dilakukan penerapan diet pada keluarga dengan anggota keluarga menderita gout arthritis selama 7 hari yaitu terjadi penurunan kadar asam urat pada ketiga klien siknifikan karena di topang dengan adanya kegiatan fisik yang dilakukan klien selama proses implementasi. Kesimpulan diet rendah purin pada pasien gout arthritis terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan kadar asam urat pada penderita gout arthritis di tingkat keluarga. Penerapan ini juga dapat meningkatkan keluarga untuk berperan aktif dalam menggontrol kesehatan setiap anggota keluarganya yang dimulai dari makanan yang di konsumsi keluarga serta setiap kegiatan fisik untuk mendukung setiap intervensi kesehatan yang dilakukan secara mandiri