Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Batang Jeruk Kasturi (Citrus microcarpa Bunge) Yang Dihasilkan Dengan Metode Ekstraksi Soxhletasi Dan Maserasi
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI FARMASI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 74 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 26 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Natalia Debora Ontorael; Rilyn N. Maramis; Elvie R. Rindengan
Abstrak
Jeruk Kasturi (Citrus microcarpa Bunge) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami karena mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Aktivitas antioksidan suatu ekstrak dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak kulit batang Jeruk Kasturi yang dihasilkan dengan metode ekstraksi soxhletasi dan maserasi. \r\nJenis penelitian ini bersifat deskriptif laboratorium, menggunakan sampel kulit batang Jeruk Kasturi yang diperoleh dari Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Tikala, Kota Manado. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 70%, sedangkan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan dinyatakan dengan nilai IC₅₀. \r\nHasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak metode soxhletasi sebesar 9,559% dan metode maserasi sebesar 9,221%. Nilai IC₅₀ yang diperoleh pada ekstrak metode soxhletasi adalah 94,601 mg/L dan metode maserasi adalah 99,795 mg/L keduanya termasuk kategori kuat, sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC₅₀ sebesar 16,687 mg/L termasuk kategori sangat kuat. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antioksidan antara ekstrak kulit batang Jeruk Kasturi yang dihasilkan dengan metode soxhletasi dan maserasi, dengan metode soxhletasi menghasilkan aktivitas antioksidan yang relatif lebih baik dibandingkan metode maserasi.