Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kadar glukosa darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pineleng.nPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desa...
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kadar glukosa darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pineleng.nPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 46 responden yang merupakan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pineleng, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menggunakan kuisioner MMAS-8, diperoleh hasil responden memiliki tingkat kepatuhan rendah sebanyak 39 responden (84,8%), kepatuhan sedang sebanyak 6 responden (13,0%), dan kepatuhan tinggi sebanyak 1 responden (2,2%). Dengan demikian, tingkat kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pineleng berada pada kategori rendah.