Penyakit rongga mulut merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya Porphyromonas gingivalis yang berperan sebagai bakteri utama penyebab penyakit periodontal Salah satu upaya untuk menghambat pertumbuhan bakteri tersebut adalah dengan penggunaan obat kumur yang mengandung bahan aktif alami. Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi...
Penyakit rongga mulut merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya Porphyromonas gingivalis yang berperan sebagai bakteri utama penyebab penyakit periodontal Salah satu upaya untuk menghambat pertumbuhan bakteri tersebut adalah dengan penggunaan obat kumur yang mengandung bahan aktif alami. Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri obat kumur ekstrak etanol daun andong merah (Cordyline fruticosa L.) terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode difusi cakram. Sampel yang digunakan adalah sediaan obat kumur ekstrak etanol daun Andong Merah dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%, sebagai kontrol negatif digunakan pembawa obat kumur dan Listerine sebagai kontrol positif. Diameter zona hambat diukur menggunakan jangka sorong setelah inkubasi selama 1×24 jam pada suhu 37°C. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh konsentrasi obat kumur ekstrak etanol daun Andong Merah, yaitu 2,5%, 5%, dan 7,5%, tidak menunjukkan terbentuknya zona hambat terhadap Porphyromonas gingivalis (diameter 0 mm), Kontrol positif dan kontrol negatif juga tidak menunjukkan terbentuknya zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat kumur ekstrak etanol daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L.) pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5% belum menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Porphyromonas gingivalis pada kondisi pengujian yang dilakukan. Hasil ini dipengaruhi oleh kondisi inkubasi yang belum menggunakan suasana anaerob yang sesuai untuk Porphyromonas gingivalis serta kemungkinan keterbatasan pelepasan dan difusi senyawa aktif dari sediaan ke media agar.