Krim pemutih wajah merupakan salah satu produk kosmetik yang banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh kulit yang tampak lebih putih dan cerah. Merkuri sering disalahgunakan dalam krim pemutih wajah karena dapat memberikan efek memutihkan kulit secara instan. Penggunaan merkuri dalam kosmetik dilarang karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas...
Krim pemutih wajah merupakan salah satu produk kosmetik yang banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh kulit yang tampak lebih putih dan cerah. Merkuri sering disalahgunakan dalam krim pemutih wajah karena dapat memberikan efek memutihkan kulit secara instan. Penggunaan merkuri dalam kosmetik dilarang karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih wajah yang dijual di Pasar 23 Maret Kota Kotamobagu. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan sampel yang digunakan sebanyak empat sampel krim pemutih wajah yang dipilih secara purposive sampling. Sampel dipreparasi menggunakan aqua regia, kemudian dilakukan identifikasi merkuri dengan metode reaksi pengendapan menggunakan pereaksi natrium hidroksida (NaOH) 2 N, kalium iodida (KI) 0,5 N, stannous chloride (SnCl₂) 25%, serta uji kawat tembaga. Data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel memberikan hasil negatif pada semua metode pengujian. Dapat disimpulkan bahwa semua sampel krim pemutih wajah yang dijual di Pasar 23 Maret Kota Kotamobagu tidak mengandung merkuri.