Pembuatan Dan Uji Stabilitas Fisik Teh Herbal Sebagai Galaktagogum Dari Jahe(Zingiber officinale) Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) Dan Biji Klabet(Trigonella foenum-L.)
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi sehingga \r\ndiperlukan upaya untuk membantu meningkatkan produksinya, salah satunya \r\nmelalui pemanfaatan tanaman herbal yang memiliki efek galaktagogum. Penelitian \r\nini bertujuan untuk membuat Formulasi sediaan sediaan Teh Herbal dari Jahe \r\n(Zingiber officinale) daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) dan biji Klabet \r\n(Trigonella foenum-graecum L) yang memenuhi persyaratan pengujian. \r\nPenelitian ini bersifat deskriptif yan...
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi sehingga \r\ndiperlukan upaya untuk membantu meningkatkan produksinya, salah satunya \r\nmelalui pemanfaatan tanaman herbal yang memiliki efek galaktagogum. Penelitian \r\nini bertujuan untuk membuat Formulasi sediaan sediaan Teh Herbal dari Jahe \r\n(Zingiber officinale) daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) dan biji Klabet \r\n(Trigonella foenum-graecum L) yang memenuhi persyaratan pengujian. \r\nPenelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan di laboratorium Teknologi \r\nSediaan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado, sampel yang digunakan \r\ndalam penelitian ini adalah Jahe, biji Klabet, daun Pandan dan daun Stevia sebagai \r\npemanis alami yang dikeringkan dengan cara diangin-anginkan dan dikeringkan \r\ndibawah sinar matahari menggunakan kain hitam dan dihaluskan menggunakan \r\ngrinder dan diayak menggunakan ayakan mesh 40. Selanjutnya sediaan teh herbal \r\ndilakukan uji stabilitas fisik yaitu uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, uji kadar \r\nabu dan uji hedonik. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dengan cara \r\nmembandingkan hasil yang diperoleh dengan persyaratan pengujian Teh herbal. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki karakteristik \r\norganoleptik yang berbeda, dengan F1 beraroma khas pandan, F2 memiliki aroma \r\nperpaduan klabet dan pandan, sedangkan F3 memiliki aroma khas pandan dengan \r\nrasa pedas hangat yang lebih terasa. Nilai pH seluruh formulasi berada pada rentang \r\n5,27–5,91 sehingga memenuhi persyaratan mutu teh berdasarkan SNI 3945:2016. \r\nsHasil uji kadar air menunjukkan nilai 2,19% pada F1, 2,83% pada F2, dan 3,98% \r\npada F3, yang masih tergolong baik untuk sediaan teh herbal. Berdasarkan uji \r\nhedonik, formulasi F3 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis pada \r\naspek aroma, rasa, dan warna. Dengan demikian, formulasi terbaik pada penelitian \r\nini adalah F3 karena paling disukai panelis dan memenuhi persyaratan mutu fisik \r\nsediaan teh herbal.