Kakyarmabin, Theresia M. 2026. Pola Makan, Aktifitas Fisik dan Resiko Diabetes Melitus pada Remaja di SMP Katolik Santo Rafael Manado (Pembimbing I Olfie Sahelangi, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Jufri Sineke, S.Pd., SST., M.Si).\r\nABSTRAK\r\nDiabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Peningkatan kasus diabetes pada usia remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola makan yang tidak seimba...
Kakyarmabin, Theresia M. 2026. Pola Makan, Aktifitas Fisik dan Resiko Diabetes Melitus pada Remaja di SMP Katolik Santo Rafael Manado (Pembimbing I Olfie Sahelangi, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Jufri Sineke, S.Pd., SST., M.Si).\r\nABSTRAK\r\nDiabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Peningkatan kasus diabetes pada usia remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola makan yang tidak seimbang dan aktivitas fisik yang kurang. Perubahan gaya hidup pada remaja, seperti tingginya konsumsi makanan siap saji, minuman manis, serta rendahnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme glukosa. Oleh karena itu, diperlukan upaya deteksi dini melalui pemeriksaan kadar gula darah serta identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah pada remaja.\r\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada remaja di SMP Katolik Santo Rafael Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data pola makan diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data aktivitas fisik diperoleh menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF). Kadar gula darah sewaktu diukur menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun (66,7%), berjenis kelamin perempuan (53,3%), memiliki pola makan kategori cukup (43,3%), dan aktivitas fisik kategori sedang (80,0%). Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar gula darah sewaktu (r = 0,302; p = 0,105). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu (r = 0,490; p = 0,006).Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah sewaktu pada remaja di SMP Katolik Santo Rafael Manado, sedangkan pola makan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Peningkatan aktivitas fisik secara teratur perlu didorong sebagai salah satu upaya menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal pada remaja.\r\n\r\nKata Kunci: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Gula Darah Sewaktu, Remaja, Diabetes Melitus.\r\n