Implementasi Terapi Inhalasi Uap Minyak Kayu Putih Untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada An. A.W Dengan ISPA di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia, terutama pada anak- anak. Salah satu masalah keperawatan utama yang muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret, yang jika tidak ditangani dapat berakibat fatal. Pengobatan farmakologis menghadapi tantangan seperti resistensi antibiotik dan biaya. Hal ini mendorong perlunya intervensi non-farmakologis seperti terapi inhalasi uap minyak kayu...
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia, terutama pada anak- anak. Salah satu masalah keperawatan utama yang muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret, yang jika tidak ditangani dapat berakibat fatal. Pengobatan farmakologis menghadapi tantangan seperti resistensi antibiotik dan biaya. Hal ini mendorong perlunya intervensi non-farmakologis seperti terapi inhalasi uap minyak kayu putih. Di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, terapi ini belum pernah diterapkan meskipun kasus ISPA pada anak cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan dan mendeskripsikan implementasi terapi inhalasi uap minyak kayu putih pada anak dengan ISPA yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang pasien anak usia 7 tahun dengan diagnosis ISPA di Ruang Ester RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis.
Setelah dilakukan implementasi terapi inhalasi uap minyak kayu putih sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari, didapatkan hasil produksi sputum menurun drastis dari 10 ml pada hari pertama menjadi tidak ada pada hari ketiga. Suara napas tambahan (ronkhi) menurun, batuk menjadi lebih efektif, dan frekuensi pernapasan membaik dari 28x/menit menjadi 20x/menit. Implementasi terapi inhalasi uap minyak kayu putih terbukti efektif mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien anak dengan ISPA. Terapi ini berhasil meningkatkan efektivitas batuk dan menurunkan produksi sputum, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer yang aman dan bermanfaat