Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik berupa hiperglikemia yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Sulawesi Utara. Efek samping obat kimia memicu pencarian alternatif menggunakan obat tradisional, salah satunya batang tanaman Rambusa (Passiflora foetida L.) yang digunakan masyarakat secara empiris namun belum diuji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetes infusa batang Rambusa (Passiflora foetida L.) pada tikus putih (Rattus norvegicu...
Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik berupa hiperglikemia yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Sulawesi Utara. Efek samping obat kimia memicu pencarian alternatif menggunakan obat tradisional, salah satunya batang tanaman Rambusa (Passiflora foetida L.) yang digunakan masyarakat secara empiris namun belum diuji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetes infusa batang Rambusa (Passiflora foetida L.) pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan rancangan Posttest- Only Control Group. Sampel yang digunakan adalah batang Rambusa segar yang diperoleh dari Desa Ilo-ilo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, yang diekstraksi menggunakan metode infusa. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu: kontrol negatif (Na. CMC 0,5%), kontrol positif (Metformin), dan kelompok perlakuan Infusa Batang Rambusa dosis 0,108 g/kgBB. Sebelum perlakuan, hewan uji diinduksi Pakan Diet Tinggi Lemak-Tinggi Fruktosa dan injeksi Streptozotocin (STZ) secara intraperitoneal. Tikus dinyatakan Diabetes Melitus apabila kadar glukosa darah mencapai ≥ 126 mg/dL. Setelah perlakuan, kadar glukosa darah tikus diukur menggunakan glukometer. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan diagram kemudian dianalisis secara deskriptif serta dilakukan uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat uji hipotetis. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilanjutkan dengan uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis. Berdasarkan hasil penelitian, uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada penurunan kadar glukosa darah antar kelompok perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian infusa batang Rambusa dosis 0,108 g/kgBB memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa pada tikus putih. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infusa batang Rambusa (Passiflora foetida L.) dosis 0,108 g/kgBB memiliki efek antidiabetes pada tikus putih (Rattus norvegicus).