Konsumsi minuman keras tradisional (cap tikus) masih menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menjadikan konsumsi cap tikus tetap berlangsung hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam mengonsumsi minuman keras (cap tikus) berdasarkan budaya atau kebiasaan, kemudahan akses memperoleh cap tikus, serta pengaruh teman sebaya d...
Konsumsi minuman keras tradisional (cap tikus) masih menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menjadikan konsumsi cap tikus tetap berlangsung hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam mengonsumsi minuman keras (cap tikus) berdasarkan budaya atau kebiasaan, kemudahan akses memperoleh cap tikus, serta pengaruh teman sebaya dan keluarga.\r\n Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi terhadap delapan informan utama yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari hasil penelitian\r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mengonsumsi cap tikus dipengaruhi oleh budaya atau kebiasaan yang telah berlangsung secara turun-temurun, kemudahan memperoleh cap tikus, serta pengaruh teman sebaya dan keluarga. Perilaku tersebut juga menimbulkan berbagai dampak, seperti konflik, pertengkaran, hilangnya kontrol diri, dan menurunnya produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya promosi kesehatan yang melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan perilaku untuk mengurangi konsumsi minuman keras.\r\nPerilaku masyarakat dalam mengonsumsi cap tikus di Desa Maumbi dipengaruhi oleh budaya atau kebiasaan, kemudahan akses, pengaruh teman sebaya, dan keluarga yang saling berkaitan dalam mempertahankan perilaku konsumsi. Perilaku tersebut juga dapat menimbulkan permasalahan sosial dalam keluarga dan masyarakat, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi konsumsi cap tikus.