Penggunaan rokok elektrik atau vape pada remaja semakin meningkat dan menjadi perhatian karena masih terdapat pemahaman yang kurang tepat mengenai kandungan, risiko, dan dampaknya bagi kesehatan. Pemahaman yang baik diperlukan agar siswa dapat mengenali risiko penggunaan rokok elektrik dan membentuk perilaku kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu mengenai dampak penggunaan rokok elektrik bagi kesehatan, meliputi pemahaman tenta...
Penggunaan rokok elektrik atau vape pada remaja semakin meningkat dan menjadi perhatian karena masih terdapat pemahaman yang kurang tepat mengenai kandungan, risiko, dan dampaknya bagi kesehatan. Pemahaman yang baik diperlukan agar siswa dapat mengenali risiko penggunaan rokok elektrik dan membentuk perilaku kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu mengenai dampak penggunaan rokok elektrik bagi kesehatan, meliputi pemahaman tentang rokok elektrik, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, dan faktor yang memengaruhi pemahaman siswa.\r\n Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari lima informan inti yaitu siswa pengguna rokok elektrik dan dua informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara kualitatif berdasarkan tema penelitian.\r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai rokok elektrik masih pada tingkat dasar. Sebagian informan mengetahui vape sebagai rokok elektrik atau pengganti rokok konvensional, tetapi belum memahami kandungan dan risikonya secara menyeluruh. Sebagian masih menganggap vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional, meskipun mengetahui dampak seperti gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, kerusakan paru-paru, sakit kepala, dan ketergantungan nikotin. Pemahaman siswa dipengaruhi oleh teman sebaya, media sosial, pengalaman pribadi, keluarga, dan lingkungan sekolah. Disimpulkan bahwa pemahaman siswa mengenai dampak rokok elektrik bagi kesehatan masih belum optimal. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan dengan melibatkan guru, orang tua, dan teman sebaya.