Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui pemanfaatan bahan alam. Daun Pegagan (Centella asiatica L) mengandung triterpenoid dan flavonoid yang diduga berperan sebagai vasodilator dan menghambat sistem renin-angiotensin. Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe) mengandung gingerol, shogaol, dan zingerone yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, serta membantu relaksasi pembuluh darah. Kombinasi keduanya ...
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui pemanfaatan bahan alam. Daun Pegagan (Centella asiatica L) mengandung triterpenoid dan flavonoid yang diduga berperan sebagai vasodilator dan menghambat sistem renin-angiotensin. Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe) mengandung gingerol, shogaol, dan zingerone yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, serta membantu relaksasi pembuluh darah. Kombinasi keduanya berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan dan uji stabilitas fisik teh herbal antihipertensi kombinasi daun Pegagan (Centella asiatica L) dan Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Laboratorium. Sampel daun Pegagan didapat dari Desa Kembang Mertha, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Monggondow, sampel Jahe Merah diperoleh dari pasar Bersehati Kota Manado. Daun Pegagan dan Jahe Merah dicuci bersih, Jahe Merah dirajang tipis lalu jemur dibawah matahari dengan ditutupi kain hitam, daun Pegagan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Simplisia yang sudah kering dihaluskan menggunakan grinder hingga terbentuk serbuk, dan ayak menggunakan ayakan 40 mesh. Kemudian ditimbang masing-masing serbuk sesuai formula lalu dimasukkan dalam kantong teh celup. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, dan uji hedonik terhadap 20 panelis. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan seduhan berwarna kuning kecokelatan dengan aroma khas Jahe Merah dan Pegagan. Nilai pH berkisar 4,95–5,10, nilai kadar air berkisar 3,0%–3,8%, Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa Formula IV memiliki tingkat kesukaan tertinggi dengan nilai rata-rata (3,73), diikuti Formula III (3,30), Formula II (2,93), dan Formula I (2,80). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kombinasi daun Pegagan dan Jahe Merah dapat diformulasikan menjadi sediaan teh herbal yang memenuhi persyaratan evaluasi fisik.