Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai minyak angin untuk membantu meredakan gejala masuk angin. Pengembangan minyak angin aromaterapi dari minyak atsiri biji Pala dan Lavender diharapkan memberikan efek hangat, relaksasi, serta meningkatkan kenyamanan pengguna. Tujuan penelitian ini untuk membuat formula minyak angin aromaterapi minyak atsiri biji Pala dan Lavender yang memenuhi persyaratan uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji kesukaan dan uji iritasi...
Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai minyak angin untuk membantu meredakan gejala masuk angin. Pengembangan minyak angin aromaterapi dari minyak atsiri biji Pala dan Lavender diharapkan memberikan efek hangat, relaksasi, serta meningkatkan kenyamanan pengguna. Tujuan penelitian ini untuk membuat formula minyak angin aromaterapi minyak atsiri biji Pala dan Lavender yang memenuhi persyaratan uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji kesukaan dan uji iritasi.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan merancang lima formula minyak angin aromaterapi menggunakan kombinasi minyak atsiri biji Pala dan Lavender, mentol, kamfer, minyak zaitun, dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai minyak pembawa. Selanjutnya dilakukan evaluasi sediaan yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji kesukaan, dan uji iritasi. Data yang diperoleh didokumentasikan, kemudian dianalisis dengan cara membandingkan hasil yang didapat dengan syarat yang ada pada literatur pengujian sediaan minyak angin aromaterapi.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan berbentuk cair, beraroma khas, sediaan homogen, dan memiliki pH yang sesuai untuk sediaan topikal. Uji kesukaan menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesukaan responden terhadap setiap formula, dengan formula yang memiliki komposisi minyak atsiri seimbang memperoleh tingkat penerimaan tertinggi. Uji iritasi tidak menunjukkan adanya iritasi pada kulit. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa formula minyak angin aromaterapi yang mengandung minyak atsiri biji Pala dan Lavender memenuhi persyaratan mutu fisik dan memiliki tingkat penerimaan yang baik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan aromaterapi berbahan alam.