Gambaran Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Geriatri dengan Hipertensi di Puskesmas Beo Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan terapi hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Ketidak patuhan dalam penggunaan obat dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol sehingga tekanan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatr...
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan terapi hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Ketidak patuhan dalam penggunaan obat dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol sehingga tekanan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri dengan hipertensi di Puskesmas Beo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik puposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan di deskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 60-69 tahun 77%, berjenis kelamin perempuan 77%, masih bekerja 72%, memiliki pendapatan kurang dari UMR 87%, berpendidikan SMA 37%, dan berstatus menikah 98%. Pada tingkat kepatuhan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan rendah sebanyak 28 responden (47%), kepatuhan sedang sebanyak 20 responden (33%),dan kepatuhan tinggi sebanyak 12 responden (20%). Disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di Puskesmas Beo masih tergolong patuh