Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan penyakit kecacingan yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar, terutama di daerah tropis. Infeksi ini disebabkan oleh cacing nematoda usus seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang yang penularannya berkaitan dengan tanah yang terkontaminasi, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya infeksi Soil Transmitted Helminths pada anak S...
Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan penyakit kecacingan yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar, terutama di daerah tropis. Infeksi ini disebabkan oleh cacing nematoda usus seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang yang penularannya berkaitan dengan tanah yang terkontaminasi, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya infeksi Soil Transmitted Helminths pada anak SDN 1 Baturapa, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow.\r\n Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan feses dilakukan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Manado menggunakan metode natif dan metode Kato-Katz. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi.\r\n Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel feses anak SDN 1 Baturapa negatif terhadap infeksi Soil Transmitted Helminths dengan persentase 100%. Tidak ditemukan telur Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, maupun cacing tambang pada pemeriksaan metode natif dan Kato-Katz. Hasil negatif ini kemungkinan berkaitan dengan kondisi sanitasi yang cukup baik, tersedianya fasilitas kebersihan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ditemukan infeksi Soil Transmitted Helminths pada anak SDN 1 Baturapa.