Bau badan merupakan masalah kenyamanan diri yang disebabkan oleh aktivitas bakteri Staphylococcus epidermidis pada keringat. Penggunaan deodorant spray menjadi solusi yang efektif dan higienis karena bentuk sediaannya yang praktis, mudah diaplikasikan, serta dapat menyebar merata tanpa bersentuhan langsung dengan kulit. Untuk mengoptimalkan efektivitasnya secara alami, daun Suji (Dracaena angustifolia) dimanfaatkan sebagai zat aktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai aktivitas a...
Bau badan merupakan masalah kenyamanan diri yang disebabkan oleh aktivitas bakteri Staphylococcus epidermidis pada keringat. Penggunaan deodorant spray menjadi solusi yang efektif dan higienis karena bentuk sediaannya yang praktis, mudah diaplikasikan, serta dapat menyebar merata tanpa bersentuhan langsung dengan kulit. Untuk mengoptimalkan efektivitasnya secara alami, daun Suji (Dracaena angustifolia) dimanfaatkan sebagai zat aktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai aktivitas antibakteri sediaan deodorant spray ekstrak daun Suji terhadap Staphylococcus epidermidis.\r\n Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen laboratorium. Sediaan deodorant spray ekstrak daun Suji dibuat dalam variasi konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3%, dengan kontrol positif deodorant spray antibakteri dan kontrol negatif deodorant spray (tanpa zat aktif). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi cakram. Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona bening di sekitar kertas cakram setelah diinkubasi selama 1 x 24 jam pada suhu 37°C. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa deodorant spray ekstrak daun Suji pada konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3% tidak menghasilkan zona hambat (0 mm) terhadap Staphylococcus epidermidis. Kontrol positif menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 18,57 mm (kategori kuat), sedangkan kontrol negatif sebesar 0 mm. Dapat disimpulkan bahwa sediaan deodorant spray ekstrak daun Suji (Dracaena angustifolia) pada konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3% belum memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.