Pendahuluan: Diabetes melitus tipe-II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Ketidakpatuhan minum obat pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lupa minum obat, kurangnya pemahaman mengenai manfaat pengobatan, efek samping obat, dan kurangnya dukungan sosial. Peer coaching merupakan intervensi berbasis dukungan sebaya yang memungkinkan sesama lansia saling memberikan motivasi, edukasi, dan dukungan emosional. Tujuan: Peneliti...
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe-II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Ketidakpatuhan minum obat pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lupa minum obat, kurangnya pemahaman mengenai manfaat pengobatan, efek samping obat, dan kurangnya dukungan sosial. Peer coaching merupakan intervensi berbasis dukungan sebaya yang memungkinkan sesama lansia saling memberikan motivasi, edukasi, dan dukungan emosional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peer coaching antar lansia terhadap kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus tipe-II di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, Sampel penelitian berjumlah 34 responden lansia penderita diabetes melitus tipe-II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rata-rata skor kepatuhan minum obat sebelum diberikan peer coaching sebesar 3,64 (SD=1,840), sedangkan setelah diberikan peer coaching meningkat menjadi 5,29 (SD=2,111). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,942 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p