Analisis Organoleptik Cookies Menggunakan Tepung Labu Kuning Mix Tepung Ubi ungu Sebagai Cemilan Pada Pencegahan Kek
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI GIZI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xvii,65hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 31 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Enjilika Sembel;Elfredo J. Halawa;Daniel Robert
Abstrak
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu kesehatan reproduksi. Pemanfaatan pangan lokal labu kuning dan ubi ungu yang kaya antioksidan berpotensi menjadi alternatif makanan selingan fungsional berbentuk cookies. Penelitian deskriptif kuantitatif eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap aspek sensoris serta menganalisis nilai gizi cookies berbasis campuran tepung labu kuning dan tepung ubi ungu dengan tiga variasi formulasi, yaitu P1 (100g:50g), P2 (50g:50g), dan P3 (60g:40g). Uji organoleptik menggunakan uji hedonik skala 1–5 melibatkan 20 panelis agak terlatih dari mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Manado. Analisis sensori dihitung dengan persentase distribusi frekuensi dan rata-rata, sedangkan nilai gizi dihitung secara teoritis per keping (8 g) menggunakan software NutriSurvey. Hasil uji menunjukkan P1 unggul pada warna (60% sangat suka) dan aroma (50% suka), sedangkan P3 optimal pada rasa (65% sangat suka) dan tekstur (65% sangat suka). Pembahasan sensori membuktikan variasi proporsi tepung memengaruhi preferensi, di mana ubi ungu memperbaiki kerenyahan tekstur dan labu kuning memberikan warna visual yang menarik. Kandungan gizi per keping berkisar antara energi 30,7–33,56 kkal, protein 0,34–0,38 g, lemak 1,86–2,20 g, dan karbohidrat 3,08–3,20 g. Kesimpulannya, produk cookies inovasi pangan lokal ini memiliki daya terima yang baik dan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pilihan camilan sehat dalam mendukung program pencegahan KEK pada remaja.