Aplikasi Teknik Distraksi Story Telling dan Finger Puppet Terhadap Nyeri Pemasangan Infus Anak dengan Diare Menggunakan Teori Katharine Kolcaba RSUP.Prof.Dr.R.D.Kandou Manado
Latar belakang: Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Anak dengan diare sering memerlukan terapi intravena melalui pemasangan infus sebagai upaya rehidrasi. Prosedur pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang dapat menimbulkan nyeri, kecemasan, serta ketidaknyamanan, terutama pada anak usia prasekolah. Tujuan: Mengaplikasikan teknik distraksi story telling dan finger puppet terhadap nyeri pemasangan infus pada anak dengan diare menggunakan pendekata...
Latar belakang: Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Anak dengan diare sering memerlukan terapi intravena melalui pemasangan infus sebagai upaya rehidrasi. Prosedur pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang dapat menimbulkan nyeri, kecemasan, serta ketidaknyamanan, terutama pada anak usia prasekolah. Tujuan: Mengaplikasikan teknik distraksi story telling dan finger puppet terhadap nyeri pemasangan infus pada anak dengan diare menggunakan pendekatan Teori Comfort Katharine Kolcaba di Instalasi Rawat Darurat Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan asuhan keperawatan pada anak usia prasekolah yang mengalami nyeri pemasangan infus dengan intervensi teknik distraksi story telling dan finger puppet berdasarkan pengukuran tingkat nyeri menggunakan instrumen Wong-Baker Faces Pain Rating Scale (WBS). Hasil: Aplikasi teknik distraksi story telling dan finger puppet menunjukkan adanya penurunan respons nyeri selama tindakan pemasangan infus. Tiga anak mengalami penurunan skor nyeri dari 10 (nyeri sangat berat) menjadi 6 (nyeri sedang), sedangkan satu anak mengalami penurunan skor dari 8 menjadi 4 (nyeri ringan–sedang). Intervensi ini juga meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis anak serta mendukung keterlibatan orang tua dalam proses tindakan keperawatan. Kesimpulan: Teknik distraksi story telling dan finger puppet merupakan intervensi keperawatan non farmakologis berbasis bukti yang efektif dalam membantu menurunkan nyeri pemasangan infus pada anak dengan diare. Penerapan Teori Comfort Katharine Kolcaba mendukung pemberian asuhan keperawatan yang berfokus pada peningkatan kenyamanan secara holistik sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif intervensi dalam praktik keperawatan anak.