Penerapan Terapi Oksigen dan Posisi Head Up 30° terhadap Perubahan Saturasi Oksigen pada Pasien Cedera Kepala Dengan Pendekatan Teori Virginia Henderson di Instalasi Gawat Darurat Bedah (Trauma) Rsup Prof Dr. R.D Kandou Manado
Latar belakang: Cedera kepala merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan gangguan oksigenasi akibat kerusakan neurologis, perdarahan intrakranial, edema serebral, dan penurunan tingkat kesadaran. Perubahan saturasi oksigen dapat memperburuk kondisi neurologis sehingga diperlukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mempertahankan oksigenasi dan mendukung stabilitas pasien. Pemberian terapi oksigen dan posisi head up 30° merupakan intervensi yang dapat diterapkan untuk membantu ...
Latar belakang: Cedera kepala merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan gangguan oksigenasi akibat kerusakan neurologis, perdarahan intrakranial, edema serebral, dan penurunan tingkat kesadaran. Perubahan saturasi oksigen dapat memperburuk kondisi neurologis sehingga diperlukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mempertahankan oksigenasi dan mendukung stabilitas pasien. Pemberian terapi oksigen dan posisi head up 30° merupakan intervensi yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan oksigenasi dan memperbaiki status pernapasan pada pasien cedera kepala. Tujuan: Penelitian ini untuk memperoleh gambaran penerapan terapi oksigen dan posisi head up 30° terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien cedera kepala dengan pendekatan teori Virginia Henderson. Desain: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat pasien cedera kepala dengan masalah pola napas tidak efektif. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa terapi oksigen dan posisi head up 30°. Saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan diukur sebelum intervensi, 15 menit pertama, dan 15 menit kedua. Hasil: Penerapan terapi oksigen dan posisi head up 30° menunjukkan perubahan saturasi oksigen pada seluruh pasien. Sebelum intervensi, rerata SpO₂ dari keempat responden adalah 91,75%, sedangkan rerata RR adalah 25,75 x/menit. Setelah diberikan intervensi selama 15 menit pertama, rerata SpO₂ meningkat menjadi 94,75%, sementara rerata RR menurun menjadi 23,5 x/menit. Selanjutnya, pada 15 menit kedua, rerata SpO₂ kembali meningkat menjadi 98%, sedangkan rerata RR menurun menjadi 20,5 x/menit. Kesimpulan: Penerapan terapi oksigen dan posisi head up 30° pada pasien cedera kepala menunjukkan perubahan saturasi oksigen ke arah yang lebih baik serta perbaikan parameter respirasi. Intervensi ini dapat menjadi bagian dari asuhan keperawatan untuk membantu memenuhi kebutuhan bernapas secara normal dan mempertahankan posisi tubuh yang optimal sesuai dengan Teori Virginia Henderson.