Daun Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, asam rosmarinat, asam karnosat, dan asam karnosol. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi sebagai analgesik melalui penghambatan pembentukan mediator nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesic ekstrak etanol daun Rosemary pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang ...
Daun Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, asam rosmarinat, asam karnosat, dan asam karnosol. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi sebagai analgesik melalui penghambatan pembentukan mediator nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesic ekstrak etanol daun Rosemary pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi asam asetat 1%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan empat kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif yang diberi suspensi Na CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi suspensi asetosal, kelompok ekstrak etanol daun Rosemary dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok ekstrak etanol daun Rosemary dosis 400 mg/kgBB. Aktivitas analgesik dinilai berdasarkan jumlah geliat (writhing response) setelah induksi asam asetat 1% dan diamati setiap 30 menit selama 3 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Rosemary dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB memiliki persentase proteksi daya analgesik masing-masing sebesar 66,62% dan 73,28%. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p=0,000). Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kedua dosis ekstrak berbeda bermakna dibandingkan kontrol negatif. Selain itu, ekstrak dosis 200 mg/kgBB masih berbeda bermakna dibandingkan asetosal, sedangkan dosis 400 mg/kgBB tidak berbeda bermakna dengan asetosal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Rosemary (Rosmarinus officialis L) dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB memiliki aktivitas analgesik pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi asam asetat 1% dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efektivitas analgesik yang sebanding dengan asetosal.