Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang dijuluki silent killer dan memerlukan penatalaksanaan seumur hidup. Keberhasilan pengendalian hipertensi di rumah tangga bertumpu pada pemberdayaan keluarga sebagai pendamping utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pemberdayaan keluarga dalam penatalaksanaan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Minanga Kota Manado.\r\nPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskrip...
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang dijuluki silent killer dan memerlukan penatalaksanaan seumur hidup. Keberhasilan pengendalian hipertensi di rumah tangga bertumpu pada pemberdayaan keluarga sebagai pendamping utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pemberdayaan keluarga dalam penatalaksanaan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Minanga Kota Manado.\r\nPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling hingga mencapai saturasi data sebanyak 7 informan (3 informan inti keluarga caregiver, 3 informan pendukung penderita hipertensi, dan 1 informan kunci perawat Puskesmas). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan telaah dokumen, lalu dianalisis menggunakan metode 7 langkah Colaizzi.\r\nHasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) Pengetahuan keluarga masih terbatas pada pengenalan gejala fisik dasar (pusing dan leher kaku) serta belum memahami komplikasi sistemik jangka panjang; (2) Praktik perawatan keluarga berfokus pada pengawasan obat, modifikasi diet rendah garam, pendampingan olahraga ringan, dan rujukan cepat saat darurat; (3) Hambatan meliputi resistensi pola makan penderita, preferensi terapi herbal tanpa kontrol, beban kerja caregiver, kendala ekonomi transportasi, serta kepanikan saat obat habis; (4) Harapan keluarga berpusat pada perlunya pemeriksaan rutin berkala di lingkungan, penyuluhan terstruktur, dan tersedianya panduan praktis. Luaran penelitian menghasilkan draf Buku Saku Edukasi Pemberdayaan Keluarga.\r\nDisimpulkan bahwa pemberdayaan keluarga sangat penting dalam pengendalian hipertensi dan membutuhkan penguatan program promosi kesehatan berkesinambungan dari Puskesmas.