Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Kulit Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Jamur Malassezia furfur dan Bakteri Propionibacterium acnes

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI FARMASI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiii, 60 hlm : ilustrasi ; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
70 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Alisyah Putri Amalia Tunggali; Rilyn Novita Maramis; Kusbandia

Abstrak

Malassezia furfur merupakan jamur penyebab Pityriasis versicolor (panu), sedangkan Propionibacterium acnes merupakan bakteri yang menjadi salah satu penyebab terjadinya jerawat. Penggunaan antijamur dan antibiotik secara tidak tepat dapat menyebabkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang berasal dari bahan alam. Kulit labu kuning (Cucurbita moschata) diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya aktivitas antimikroba ekstrak etanol kulit Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap jamur Malassezia furfur dan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Klindamisin digunakan sebagai kontrol positif pada pengujian antibakteri, ketokonazol sebagai kontrol positif pada pengujian antijamur, dan DMSO sebagai kontrol negatif. Data hasil pengukuran diameter zona hambat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit labu kuning memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 8,06 mm, 8,13 mm, dan 8,15 mm pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, yang termasuk kategori sedang. Pada jamur Malassezia furfur, rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 11,15 mm, 11,49 mm, dan 11,75 mm, yang termasuk kategori lemah. Kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 23,65 mm (klindamisin) dan 14,94 mm (ketokonazol), sedangkan kontrol negatif DMSO tidak menunjukkan zona hambat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit labu kuning (Cucurbita moschata) memiliki aktivitas antimikroba terhadap Propionibacterium acnes dan Malassezia furfur, dengan aktivitas terbaik diperoleh pada konsentrasi 20%.

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 658_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 658_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 658_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 658_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 658_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 658_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 658_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus C KTI FARMASI 2026
KTI FARMASI 2026-585-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar