Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL AKAR PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) HASIL EKSTRAKSI MASERASI DAN REFLUKS DENGAN METODE DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrasil)

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI FARMASI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiii, 67 hlm : ilustrasi ; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
30 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Arini Nur Fitri; Rilyn Novita Maramis; Evelina Maria Nahor

Abstrak

Akar Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris digunakan masyarakat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diare. Tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas. Efektivitas penarikan senyawa aktif tersebut dapat dipengaruhi oleh pemilihan metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol Akar Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) hasil ekstraksi maserasi dan refluks. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan di laboratorium. Sampel akar diperoleh dari Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat. Ekstraksi dilakukan dengan dua metode yaitu maserasi dan refluks dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dan dipekatkan hingga memperoleh ekstrak kental. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer genesys 10S UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 516 nm. Nilai absorbansi yang diperoleh dihitung nilai persen inhibisi, selanjutnya dihitung nilai IC50 (Inhibition Concentration). Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak yang diperoleh dari metode maserasi sebesar 5,31% dan metode refluks sebesar 5,23%. Pada uji aktivitas antioksidan, ekstrak etanol hasil maserasi memiliki nilai IC_50 sebesar 0,565 ppm, sedangkan ekstrak hasil refluks memiliki nilai IC_50 sebesar 0,595 ppm. Sebagai pembanding, vitamin C menunjukkan nilai IC_50 sebesar 0,215 ppm. Berdasarkan kategori kekuatan antioksidan, kedua ekstrak beserta vitamin C termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat (IC_50

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 664_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 664_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 664_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 664_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 664_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 664_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 664_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus C KTI FARMASI 2026
KTI FARMASI 2026-580-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar