Uji Efektivitas Antihiperurisemia Ekstrak Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius roxb.) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Di Induksi Kalium Oksonat Dan Jus Hati Ayam
Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal (>7 mg/dL) yang dapat menyebabkan komplikasi seperti artritis gout dan pembentukan tofi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain gangguan fungsi ginjal, penyakit hematologi, obesitas, serta gaya hidup yang kurang sehat. Di Provinsi Sulawesi Utara, prevalensi hiperurisemia tercatat sebesar 8,35% dengan jumlah kasus mencapai 8.781. Secara empiris, akar Pandan Wangi telah dimanfaatkan se...
Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal (>7 mg/dL) yang dapat menyebabkan komplikasi seperti artritis gout dan pembentukan tofi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain gangguan fungsi ginjal, penyakit hematologi, obesitas, serta gaya hidup yang kurang sehat. Di Provinsi Sulawesi Utara, prevalensi hiperurisemia tercatat sebesar 8,35% dengan jumlah kasus mencapai 8.781. Secara empiris, akar Pandan Wangi telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu menurunkan kadar asam urat. Efek tersebut diduga berasal dari kandungan flavonoid yang mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase sehingga pembentukan asam urat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak akar Pandan Wangi terhadap kadar asam urat darah pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan Post Test Only Control Group. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) berumur 2–3 bulan dengan berat badan 150–200 gram digunakan sebagai hewan uji dan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Seluruh tikus diinduksi menggunakan jus hati ayam dan Kalium Oksonat untuk meningkatkan kadar asam urat. Kelompok kontrol negatif diberi suspensi Na CMC 0,5%, kelompok kontrol positif diberi allopurinol, dan kelompok perlakuan diberi ekstrak akar Pandan Wangi. Setelah 7 hari perlakuan, kadar asam urat darah diukur melalui pengambilan sampel darah dari jantung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik, kemudian diuji menggunakan One-Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak akar Pandan Wangi memiliki efek menurunkan kadar asam urat pada tikus putih namun belum sebanding dengan kontrol positif Allopurinol. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius roxb.) memiliki potensi sebagai agen Antihiperurisemia