Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

Uji Efektivitas Antihiperurisemia Ekstrak Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius roxb.) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Di Induksi Kalium Oksonat Dan Jus Hati Ayam

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI FARMASI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xii, 56hlm : ilustrasi ; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
32 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Maxwell Taarama ; Elisabeth N. Barung ; Juliet Tangka

Abstrak

Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal (>7 mg/dL) yang dapat menyebabkan komplikasi seperti artritis gout dan pembentukan tofi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain gangguan fungsi ginjal, penyakit hematologi, obesitas, serta gaya hidup yang kurang sehat. Di Provinsi Sulawesi Utara, prevalensi hiperurisemia tercatat sebesar 8,35% dengan jumlah kasus mencapai 8.781. Secara empiris, akar Pandan Wangi telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu menurunkan kadar asam urat. Efek tersebut diduga berasal dari kandungan flavonoid yang mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase sehingga pembentukan asam urat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak akar Pandan Wangi terhadap kadar asam urat darah pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan Post Test Only Control Group. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) berumur 2–3 bulan dengan berat badan 150–200 gram digunakan sebagai hewan uji dan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Seluruh tikus diinduksi menggunakan jus hati ayam dan Kalium Oksonat untuk meningkatkan kadar asam urat. Kelompok kontrol negatif diberi suspensi Na CMC 0,5%, kelompok kontrol positif diberi allopurinol, dan kelompok perlakuan diberi ekstrak akar Pandan Wangi. Setelah 7 hari perlakuan, kadar asam urat darah diukur melalui pengambilan sampel darah dari jantung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik, kemudian diuji menggunakan One-Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak akar Pandan Wangi memiliki efek menurunkan kadar asam urat pada tikus putih namun belum sebanding dengan kontrol positif Allopurinol. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius roxb.) memiliki potensi sebagai agen Antihiperurisemia

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 628_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 628_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 628_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 628_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 628_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 628_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 628_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus C KTI FARMASI 2026
KTI FARMASI 2026-577-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar