Glukosa darah yang tidak terkendali berkaitan erat dengan risiko Diabetes Melitus, dengan prevalensi diabetes di Indonesia menempati peringkat kelima di Asia. Perubahan pola hidup modern turut meningkatkan konsumsi fast food dan soft drink di kalangan remaja, yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dan soft drink dengan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) pada remaja di SMA Negeri 10 Manado...
Glukosa darah yang tidak terkendali berkaitan erat dengan risiko Diabetes Melitus, dengan prevalensi diabetes di Indonesia menempati peringkat kelima di Asia. Perubahan pola hidup modern turut meningkatkan konsumsi fast food dan soft drink di kalangan remaja, yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dan soft drink dengan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) pada remaja di SMA Negeri 10 Manado.\r\nJenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada bulan April 2026. Populasi penelitian berjumlah 162 siswa, dengan sampel sebanyak 35 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data konsumsi fast food dan soft drink diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kadar gula darah sewaktu diukur menggunakan alat pengukur glukosa darah. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Korelasi Pearson.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengonsumsi fast food dan soft drink pada tingkat sedang hingga sering, dan sebagian besar (97,1%) memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal, sementara 2,9% berada pada kategori diabetes. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara konsumsi fast food dengan kadar gula darah sewaktu (r=0,195; p=0,263), maupun antara konsumsi soft drink dengan kadar gula darah sewaktu (r=-0,279; p=0,104).\r\nDisimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara konsumsi fast food dan soft drink dengan kadar gula darah sewaktu pada remaja di SMA Negeri 10 Manado, meskipun pola konsumsi tinggi tetap berisiko terhadap gangguan metabolisme glukosa jangka panjang.