Pemberian Pastel Tepung Pisang Goroho dan Konsumsi Zat Gizi Makro terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Belang.
Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes melitus berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah pada penduduk usia ≥ 15 tahun adalah sebesar 11,7%, di diagnosis dokter sebesar 2,2%. Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Sulawesi Utara mencapai 2,1% dan menempati peringkat kelima nasional. Peningkatan kasus diabetes melitus diperkirakan karena kebiasaan makan yang tidak seimbang, pola makan berupa asupan zat gizi makro yang tinggi berupa tinggi energi dan tinggi lemak deng...
Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes melitus berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah pada penduduk usia ≥ 15 tahun adalah sebesar 11,7%, di diagnosis dokter sebesar 2,2%. Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Sulawesi Utara mencapai 2,1% dan menempati peringkat kelima nasional. Peningkatan kasus diabetes melitus diperkirakan karena kebiasaan makan yang tidak seimbang, pola makan berupa asupan zat gizi makro yang tinggi berupa tinggi energi dan tinggi lemak dengan indeks glikemik tinggi akan berdampak pada peningkatan resistensi insulin. Penderita diabetes melitus disarankan untuk mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang rendah agar tidak menaikkan atau meningkatkan kadar gula secara cepat. Pisang goroho adalah pisang spesifik khas Sulawesi Utara, memiliki kandungan karbohidrat 75,18% dengan serat sebanyak 5,12% dan proporsi pati sebanyak 70,78% yang 39,59% amilosa dan 31,19% amilopektin. Pisang goroho memiliki kadar IG yang rendah yaitu pisang matang 51 dan pisang mentah sebesar 42, sehingga pisang goroho dapat diinovasi menjadi tepung yang dapat disubstitusi dalam pembuatan berbagai makanan jajanan termasuk pastel untuk dikonsumsi dalam mengontrol dan menurunkan gula darah.\r\nJenis penelitian ini yaitu quasy experimental dengan design one group pretest- posttest. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Belang. Banyaknya sampel 43 orang yang memenuhi kriteria penelitian. Variabel penelitian adalah pemberian pastel tepung pisang goroho sebagai variabel bebas dan konsumsi zat gizi makro dan kadar gula darah sewaktu sebagai variabel terikat. Analisis data menggunakan Paired T Test karena data berdistribusi normal.\r\nHasil penelitian: konsumsi zat gizi makro yaitu protein sebelum 55,27 gram, sesudah 60.18 gram, konsumsi lemak sebelum 49.81 gram, sesudah 53.73 gram, dan konsumsi karbohidrat sebelum 273,26 gram, sesudah 226 gram. Kadar gula darah sebelum pemberian pastel pisang goroho rata rata adalah 319.65 mg/dl dan sesudah rata rata adalah 244.70 mg/dl. Terdapat perbedaan asupan zat gizi makro dan kadar gula darah sebelum dan sesudah pemberian pastel tepung pisang goroho secara signifikan.