Pemberian Kue Talam Ubi Ungu Mix Yoghurt terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Upai
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Kadar glukosa darah dikatakan tidak terkendali apabila ≥200 mg/dL. Pengendalian kadar glukosa darah dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, termasuk pemilihan makanan selingan yang sehat. Kue talam ubi ungu yang dikombinasikan dengan yoghurt merupakan pangan fungsional yang mengandung serat, antioksidan, dan probiotik yang berpotensi membantu penge...
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Kadar glukosa darah dikatakan tidak terkendali apabila ≥200 mg/dL. Pengendalian kadar glukosa darah dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, termasuk pemilihan makanan selingan yang sehat. Kue talam ubi ungu yang dikombinasikan dengan yoghurt merupakan pangan fungsional yang mengandung serat, antioksidan, dan probiotik yang berpotensi membantu pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kue talam ubi ungu mix yoghurt terhadap pengendalian kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan pemberian kue talam ubi ungu mix yoghurt sebanyak 100 gram per hari selama 5 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk untuk menguji normalitas data, kemudian dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal, dengan tingkat signifikansi α = 0,05.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden (100%) memiliki kadar glukosa darah tidak terkendali (≥200 mg/dL) dengan rata-rata kadar glukosa darah sebesar 286,09 mg/dL. Setelah intervensi, rata-rata kadar glukosa darah menurun menjadi 219,77 mg/dL, dengan penurunan sebesar 66,31 mg/dL. Sebanyak 25 responden (71,4%) mencapai kategori kadar glukosa darah terkendali (