Daun buah nona (Annona reticulata L.) merupakan tanaman yang \r\nmengandung berbagai metabolit sekunder dan berpotensi dimanfaatkan sebagai \r\nbahan obat tradisional. Rendemen ekstrak dan kandungan metabolit sekunder yang \r\ndiperoleh dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya metode pengeringan \r\nsimplisia dan jenis pelarut yang digunakan pada proses ekstraksi. Penelitian ini \r\nbertujuan untuk membandingkan rendemen dan perbedaan kandungan metabolit \r\nsekunder ekstrak daun Buah Nona...
Daun buah nona (Annona reticulata L.) merupakan tanaman yang \r\nmengandung berbagai metabolit sekunder dan berpotensi dimanfaatkan sebagai \r\nbahan obat tradisional. Rendemen ekstrak dan kandungan metabolit sekunder yang \r\ndiperoleh dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya metode pengeringan \r\nsimplisia dan jenis pelarut yang digunakan pada proses ekstraksi. Penelitian ini \r\nbertujuan untuk membandingkan rendemen dan perbedaan kandungan metabolit \r\nsekunder ekstrak daun Buah Nona (Annona reticulata L) yang diperoleh dengan \r\nmetode pengeringan dan pelarut ekstraksi yang berbeda. \r\nPenelitian menggunakan metode eksperimental dengan dua metode \r\npengeringan, yaitu kering angin dan oven, serta tiga jenis pelarut, yaitu etanol 96%, \r\netil asetat, dan N-heksana. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, kemudian \r\ndihitung rendemen dan dilakukan skrining fitokimia terhadap alkaloid, flavonoid, \r\nsaponin, tanin, serta steroid/terpenoid. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pengeringan dan \r\npelarut ekstraksi memengaruhi rendemen serta kandungan metabolit sekunder \r\nekstrak Daun Buah Nona. Hasil rendemen pengeringan kering angin dengan \r\npelarut etanol 96% sebesar 5,143%, etil asetat sebesar 4,722%, dan N-heksana \r\nsebesar 0,885%, sedangkan pengeringan oven menghasilkan rendemen etanol 96% \r\nsebesar 6,702%, etil asetat sebesar 4,377%, dan n-heksana sebesar 5,840%. Hasil \r\nini menunjukkan bahwa pemilihan metode pengeringan dan pelarut berpengaruh \r\nterhadap kualitas ekstrak. Identifikasi metabolit sekunder menunjukkan bahwa \r\nekstrak etanol 96% hasil kering angin mengandung tanin, sedangkan hasil oven \r\nmengandung flavonoid. Ekstrak etil asetat hasil kering angin mengandung \r\nflavonoid dan saponin, sedangkan hasil oven hanya mengandung saponin. Ekstrak \r\nN-heksana hasil kering angin tidak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, \r\ntanin, steroid, maupun terpenoid, sedangkan hasil oven hanya mengandung \r\nsaponin.