Pola Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Pasien di Puskesmas Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu Sulawesi Utara
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI FARMASI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 87 halaman : ilustrasi: 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 29 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Putri Nur Khalishah Adam ; Selfie Petronela Joice Ulaen; Juliet Tangka
Abstrak
Infeksi Saluran Pernapasan merupakan salah satu penyakit yang masih sering terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, ISPA termasuk penyakit dengan jumlah kasus tertinggi dan juga menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di Puskesmas Gogagoman. Pengobatan ISPA di Puskesmas Gogagoman didominasi oleh terapi simptomatik, terutama penggunaan Ambroxol sebagai obat mukolitik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan ISPA pada pasien di Puskesmas Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.\\\\r\\\\nPenelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 350 resep pasien ISPA periode Januari–Maret 2026 di Puskesmas Gogagoman. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.\\\\r\\\\nHasil penelitian menunjukkan bahwa pasien ISPA terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 206 pasien (58,85%) dan kelompok usia >35 tahun sebanyak 187 pasien (53,42%). Diagnosis terbanyak adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut sebanyak 258 pasien (73,71%). Obat yang paling banyak diresepkan adalah Ambroxol tablet 30 mg sebanyak 252 resep (72,00%), dengan golongan obat mukolitik sebagai yang paling banyak digunakan (74,00%). Durasi pemberian obat terbanyak adalah 3 hari (58,57%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola pengobatan ISPA di Puskesmas Gogagoman didominasi oleh terapi simptomatik, terutama penggunaan mukolitik berupa Ambroxol.