Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang apabila kadarnya meningkat dapat menyebabkan hiperurisemia. Masyarakat pesisir memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan laut yang dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada masyarakat dewasa di Desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur berdasarkan jenis kelamin, umur, konsumsi ikan laut, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.\r\nPenelitian ini menggun...
Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang apabila kadarnya meningkat dapat menyebabkan hiperurisemia. Masyarakat pesisir memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan laut yang dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada masyarakat dewasa di Desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur berdasarkan jenis kelamin, umur, konsumsi ikan laut, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.\r\nPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) dengan sampel darah kapiler.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa 30 responden (50,0%) memiliki kadar asam urat normal dan 30 responden (50,0%) memiliki kadar asam urat tinggi. Kadar asam urat tinggi ditemukan pada 15 laki-laki (45,5%) dan 15 perempuan (55,6%). Berdasarkan umur, kadar asam urat tinggi terbanyak terdapat pada kelompok 46–55 tahun, yaitu 12 responden (60,0%). Pada responden yang mengonsumsi ikan setiap hari, 30 orang (52,6%) memiliki kadar asam urat tinggi, sedangkan pada responden yang mengonsumsi alkohol, 6 orang (46,2%) memiliki kadar asam urat tinggi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat tinggi ditemukan pada 50,0% responden.