Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

Uji Efek Ekstrak Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI FARMASI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiii, 66 hlm : ilustrasi ; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
27 kali
Dikutip
1 kali
Pernyataan tanggung jawab
Nezza Nadira Prawitno; Elisabeth Natalia Barung; Yos Banne

Abstrak

Hiperglikemia merupakan kondisi meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia yang berlangsung kronis dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti retinopati, nefropati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular. Akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) diketahui mengandung flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek ekstrak akar Pandan Wangi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan Pre-test and Post-test Control Group Design. Sampel penelitian berupa akar pandan wangi diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat. Hewan uji yang digunakan sebanyak 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kontrol positif metformin, kelompok ekstrak akar pandan wangi dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok ekstrak akar Pandan Wangi dosis 400 mg/kgBB. Seluruh hewan uji diinduksi streptozotocin secara intraperitoneal dengan dosis rendah 25 mg/kgBB, kemudian diberi perlakuan selama 9 hari. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mampu menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penurunan kadar glukosa darah pada dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB mulai terlihat pada hari ke-3, tetapi menjadi signifikan pada hari ke-9

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 638_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 638_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 638_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 638_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 638_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 638_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 638_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus C KTI FARMASI 2026
KTI FARMASI 2026-566-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar