Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya stres oksidatif dan inflamasi kronis. Salah satu sitokin proinflamasi yang berperan penting dalam proses inflamasi tersebut adalah Interleukin-1 beta (IL-1β). Peningkatan kadar IL-1β diketahui berhubungan dengan kerusakan sel beta pankreas, resistens...
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya stres oksidatif dan inflamasi kronis. Salah satu sitokin proinflamasi yang berperan penting dalam proses inflamasi tersebut adalah Interleukin-1 beta (IL-1β). Peningkatan kadar IL-1β diketahui berhubungan dengan kerusakan sel beta pankreas, resistensi insulin, serta berbagai komplikasi kardiovaskular. Hipertensi yang sering menyertai diabetes melitus juga dapat memperburuk proses inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar IL-1β pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Sampel penelitian berjumlah 25 responden penderita diabetes melitus yang berobat di RS Bhayangkara Tk. III Manado. Pengambilan sampel darah dilakukan di RS Bhayangkara Tk. III Manado, sedangkan pemeriksaan kadar IL-1β dilakukan di Laboratorium Imunoserologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Manado menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 56–65 tahun (48,0%), berjenis kelamin perempuan (64,0%), memiliki indeks massa tubuh normal (56,0%), dan telah menderita diabetes melitus lebih dari 5 tahun (80,0%). Sebanyak 9 responden (36,0%) memiliki hipertensi dan 16 responden (64,0%) tidak memiliki hipertensi. Pemeriksaan kadar IL-1β menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) berada pada kategori inflamasi kronis tinggi, baik pada kelompok diabetes melitus dengan hipertensi maupun tanpa hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi sama-sama memiliki kadar IL-1β yang tinggi, sehingga menggambarkan adanya proses inflamasi kronis yang berlangsung secara merata