Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin melalui plasenta. Infeksi ini berisiko menyebabkan keguguran, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, lahir mati, hingga sifilis kongenital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis pada ibu hamil trimester I dan trimester III menggunakan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) di Puskesmas Bahu. Jenis penelitian yang digunakan a...
Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin melalui plasenta. Infeksi ini berisiko menyebabkan keguguran, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, lahir mati, hingga sifilis kongenital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis pada ibu hamil trimester I dan trimester III menggunakan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) di Puskesmas Bahu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan pemeriksaan laboratorium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Puskesmas Bahu, Kota Manado. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester I dan trimester III di wilayah kerja Puskesmas Bahu yang berjumlah 423 orang, dengan sampel sebanyak 35 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan sifilis dilakukan menggunakan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) berbasis imunokromatografi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden, sebanyak 18 orang (51%) berada pada trimester I dan 17 orang (49%) berada pada trimester III. Berdasarkan hasil pemeriksaan sifilis menggunakan metode RDT, diperoleh 2 responden (6%) dengan hasil reaktif dan 33 responden (94%) dengan hasil nonreaktif. Sebagian besar responden belum pernah melakukan pemeriksaan sifilis sebelumnya (94%) dan memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang sifilis (97%). Oleh karena itu, disarankan kepada Puskesmas Bahu untuk meningkatkan skrining dan edukasi sifilis pada ibu hamil secara rutin, serta bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan menambahkan variabel lain yang berkaitan dengan kejadian sifilis pada ibu hamil.