Daun Pulai (Alstonia scholaris L.) merupakan tanaman obat yang mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh metode ekstraksi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol Daun Pulai (Alstonia scholaris L.) yang diperoleh melalui metode maserasi dan ultrasonik.\\r\\nPenelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak Daun Pulai diperoleh de...
Daun Pulai (Alstonia scholaris L.) merupakan tanaman obat yang mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh metode ekstraksi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol Daun Pulai (Alstonia scholaris L.) yang diperoleh melalui metode maserasi dan ultrasonik.\\r\\nPenelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak Daun Pulai diperoleh dengan metode maserasi dan ultrasonik menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antioksidan ekstrak kemudian diuji menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Aktivitas antioksidan dinyatakan berdasarkan nilai IC50 yang diperoleh dari persamaan regresi linear.\\r\\nHasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak metode maserasi sebesar 18,32% dan ultrasonik sebesar 9,02%. Nilai IC50 ekstrak hasil maserasi sebesar 132,32 ppm (kategori sedang), sedangkan ekstrak hasil ultrasonik sebesar 58,79 ppm (kategori kuat). Nilai IC50 vitamin C sebagai kontrol positif sebesar 26,27 ppm (kategori sangat kuat). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ultrasonik menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan metode maserasi sehingga lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa antioksidan Daun Pulai.