Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

Uji Aktivitas Antijamur dan Antibakteri Minyak Atsiri Daun Lemon Suanggi (Citrus limon (L.) Burm. F.) terhadap Jamur Malassezia furfur dan Bakteri Staphylococcus epidermidis

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI FARMASI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiii, 61 Hal: Ilustrasi; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
25 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Glorious Reinhard Paruntu; Evelina Maria Nahor; Kusbandia

Abstrak

Infeksi pada kulit atau yang biasa disebut Pityriasis versicolor adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur dan bakteri Staphylococcus epidermidis karena dapat menimbulkan luka yang memicu terjadinya peradangan akibat infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dan antibakteri minyak atsiri Daun Lemon Suanggi (Citrus limon (L.) Burm. F.) terhadap jamur Malassezia furfur dan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan sampel berupa minyak atsiri Daun Lemon Suanggi yang diperoleh melalui metode destilasi uap air. Pengujian aktivitas antijamur dan antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan larutan uji konsentrasi yaitu 25, 50, 75, 100%. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi 3×24 jam untuk jamur, dan 1×24 jam untuk bakteri. Data hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 0,57% (v/b). Diameter zona hambat yang terbentuk memiliki rata-rata terhadap jamur Malassezia furfur berturut-turut sebesar 10.97, 11.65, 12.10, dan 13.05 mm. Sedangkan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut sebesar 8.81, 9.69, 10.50, dan 10.61 mm. Dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri Daun Lemon Suanggi (Citrus limon (L.) Burm. F.) memiliki aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur dan antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, dengan prinsip semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri, semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk.

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 593_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 593_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 593_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 593_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 593_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 593_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 593_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus C KTI FARMASI 2026
KTI FARMASI 2026-560-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar