Kurangnya aktivitas fisik pada remaja meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2 sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang relevan dengan generasi digital melalui media sosial populer seperti TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat aktivitas fisik remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi berbasis media TikTok di SMA Negeri 10 Manado.\r\nPenelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan pra-eksperiment...
Kurangnya aktivitas fisik pada remaja meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2 sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang relevan dengan generasi digital melalui media sosial populer seperti TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat aktivitas fisik remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi berbasis media TikTok di SMA Negeri 10 Manado.\r\nPenelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 35 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa video edukasi gizi dan aktivitas fisik diberikan melalui platform TikTok selama dua minggu. Data tingkat aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandardisasi International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test.\r\nHasil penelitian menunjukkan rata-rata skor aktivitas fisik responden meningkat signifikan dari 2.553 MET-menit/miggu pada pretest menjadi 6.507 MET-menit/minggu pada posttest dengan nilai dan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai t = -4,069. Sebelum intervensi, sebanyak 48,6% responden berada pada kategori aktivitas fisik rendah, namun setelah intervensi, proporsi aktivitas fisik rendah menjadi 0% dan didominasi oleh kategori tinggi sebesar 62,9%. Pendekatan audiovisual yang dinamis pada TikTok terbukti efektif menarik perhatian remaja untuk mengubah perilaku pasif menjadi lebih aktif. Edukasi gizi berbasis media TikTok secara signifikan efektif meningkatkan aktivitas fisik remaja sebagai upaya pencegahan dini diabetes melitus.\r\n\r\nKata Kunci: Aktivitas Fisik, Diabetes Melitus, Edukasi Gizi, Remaja, TikTok.